Categories
bisnis

OverseasIndonesians

Semua berawal dari twit iseng-iseng:

https://twitter.com/arjunaskykok/status/1554419969513123840

Karena twit itu menjadi viral, aku pun segera membuat Discord untuk menampung “antusiasme” ini:

https://discord.gg/DTTJyhDmaX

Dalam 1 bulan, Discord ini sudah punya 2500 anggota. Kegiatannya aktif. Ada anggota yang menawarkan jasa ulas CV. Ada anggota yang membeberkan pengalaman interview dengan perusahaan di Jepang.

Jadi tentang apa Discord ini? Ia adalah komunitas diaspora Indonesia atau orang-orang Indonesia yang mau keluar negeri dengan jalur belajar, bekerja, dan investasi.

Filsafat dari Keluar Negeri

Nah, ketika Discord ini masih baru-barunya, ada orang yang memberi pernyataan, “Kenapa harus membujuk orang Indonesia pergi keluar negeri? Ini kan namanya brain drain. Indonesia kan sudah keren. Banyak perusahaan keren lahir di sini, misalnya Gojek, Tokopedia, dll. Kenapa harus mencari rezeki di luar negeri?”

Hal itu membuat aku teringat terhadap berita Presiden Joko Widodo yang berusaha membujuk Ainun Najib untuk pulang ke Indonesia dari Singapura:

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5925481/fakta-fakta-ainun-najib-yang-diminta-jokowi-pulang-gaji-hingga-pekerjaan

Ainun Najib menolak. Salah satu alasannya adalah dia ingin anaknya tetap bersekolah di Singapura.

Pertanyaannya, demi siapakah / apakah Anda harus hidup? Ainun memilih keluarga, ketimbang negara.

Blood is thicker than water.

Jika Anda hidup demi keluarga, maka pertanyaan keluar negeri bisa dijawab dengan gampang. Jika keluar negeri dapat memberi peluang yang lebih baik kepada keluarga, maka Anda harus keluar negeri (jika mandat tertinggi Anda adalah keluarga).

Keluarga > Negara.

Kemudian saya bikin survei kenapa orang ingin pergi keluar negeri:

Alasan utamanya adalah ekonomi / duit. Alasan kedua adalah politik.

Kontribusi Diaspora Indonesia

Tapi aku mendapati kasus di mana orang Indonesia yang memutuskan untuk tinggal di luar negeri bisa berkontribusi ke Indonesia, misalnya:

https://twitter.com/michwirantono/status/1496349114560249862

Michelle Marcelline adalah salah satu founder Typedream, startup yang sudah mendapatkan pendanaan dari YC:

https://twitter.com/typedreamHQ

Michelle sendiri bilang dia pergi keluar negeri karena di Amerika, cari VC lebih gampang:

https://twitter.com/michwirantono/status/1555040887570309120

Nah, tapi dia memiliki bias dalam mencari karyawan:

https://twitter.com/typedreamHQ/status/1554316185092726788

Michelle bisa saja mencari karyawan dari mana saja, misalnya India atau Filipina. Tapi dia (dan startupnya) memutuskan untuk mempekerjakan karyawan dari Indonesia.

Ini kan kontribusi terhadap Indonesia?

Tapi berapa banyak sih kasus seperti ini? Pada dasarnya, orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian tinggi seperti Ainun Najib atau Michelle Marcelline yang memutuskan untuk keluar dari Indonesia adalah kehilangan bagi Indonesia. Makanya disebut brain drain.

Memperebutkan Warga Terbaik

Negara-negara sekarang memperebutkan warga terbaik buat masuk ke negara mereka:

https://twitter.com/sama/status/1554459751353683969
https://www.bangkokpost.com/business/2381821/thailand-joins-race-to-lure-foreigners-in-path-to-economic-boom
https://www.channelnewsasia.com/singapore/ndr-2022-foreigners-world-class-talent-pool-pm-lee-2891276

Jadi Indonesia bisa berusaha menarik warga asing terbaik untuk membangun negara ini kan (seperti yang dilakukan oleh Amerika, Singapura, Thailand)?

Jadi saya anggap pertanyaan tentang filsafat dari keluar negeri ini sudah terjawab.

Model Bisnis

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh komunitas OverseasIndonesians, misalnya Grinding Leetcode, latihan berbicara dalam bahasa Inggris, ulas CV, berbagi pengalaman interview, dll.

Kemudian ada beberapa orang yang mendesak saya. Komunitas Discord ini mau dibawa ke mana. Apakah dibiarin cuma sebagai komunitas lucu-lucuan saja? Kenapa tidak dibikin lebih serius?

Jadi mari kita melihat bisnis yang serupa.

Schoters:

Schoters juga menyediakan program bekerja di luar negeri:

Rebase:

Jadi OverseasIndonesians bisa menyediakan jasa seperti Schoters (mempersiapkan orang untuk belajar di luar negeri atau kerja di luar negeri) dan Rebase (membantu dalam mengurus legalitas dalam pindah keluar negeri).

OverseasIndonesians bisa menjadi tempat pertemuan antara agen pendidikan dengan murid, atau perusahaan di luar negeri dengan kandidat karyawan.

Selain itu OverseasIndonesias bisa bikin konten premium (tapi bisa juga digratiskan untuk kepentingan content marketing), misalnya tentang kehidupan diaspora Indonesia di luar negeri, seperti Singaporeans Abroad:

https://www.ricemedia.co/series/singaporeans-abroad/

Terus di situs ini, terdapat juga informasi tentang cara mendapatkan visa dari berbagai negara. Konten ini bisa menjadi konten premium.

Terus bisa juga membuat job board yang khusus melampirkan lowongan pekerjaan dari luar negeri yang mensponsori visa kerja. Bisnis job board itu cukup berpotensi mendapatkan penghasilan seperti Japan Dev, Remote OK.

Bisa juga bikin komunitas eksklusif seperti Nomad List (tapi kemungkinan besar aku tidak akan mengambil jalan ini).

Network State

Tapi aku juga bilang salah satu misi dari OverseasIndonesians selain membantu orang untuk pindah keluar negeri dengan jalur belajar, bekerja, atau berinvestasi, adalah menjadi paguyuban diaspora Indonesia.

Hal ini membawa kita ke konsep Network State.

https://thenetworkstate.com/

Anda bisa anggap network state itu sebagai jaringan pikiran (the network of minds). Iya, komunitas online dengan tujuan yang spesifik.

Iya, ini mirip dengan DAO (Decentralized Autonomous Organization) yang bisa memiliki treasury sendiri. Teknologi internet dan mata uang kripto memungkinkan terbentuknya network state.

Kita bisa coba bereksperimen dengan bentuk organisasi ini.

Ada beberapa anggota Discord OverseasIndonesians yang berkontribusi sangat besar ke Discord. Kontribusi mereka selayaknya dicatat di blockchain (misalnya dalam bentuk NFT) sehingga bahkan super admin seperti saya tidak dapat mengubah sejarah. Anda tahu kan sebagai super admin Discord, saya bisa menghapus pesan di Discord ini dengan seenak jidat (menghapus sejarah).

Jika network state OverseasIndonesians ini mendapatkan keuntungan, maka orang-orang dengan NFT dapat menerima dividen. NFT ini adalah bentuk kontribusi anggota Discord yang susah dimanipulasi. Terus datanya terbuka dan umurnya lebih panjang. Suatu hari jika saya diculik oleh alien, maka data kontribusi anggota Discord ini masih tetap hidup di blockchain dan orang bisa melakukan query terhadap data ini. Lain ceritanya jika saya simpan di basis data MySQL yang tertutup.

Ini penting supaya orang dapat memiliki rasa kepemilikan terhadap OverseasIndonesians.

Apakah Harus Pakai Kripto / NFT?

Pembaca yang budiman pasti ada yang skeptis terhadap kripto. Tidak bisakah pakai database MySQL?

Analoginya, apakah kita bisa bayar bakmi dengan transfer lewat KlikBCA? Bisa. Tapi lebih praktis pakai GoPay atau OVO atau Dana kan.

Sama seperti itu. Bisa tanpa pakai kripto, tapi pencatatan kontribusi menjadi rawan manipulasi dan pembagian spoil-nya menjadi lebih susah dan bertele-tele.

Contoh sederhana, coba Anda bikin rekening bersama di mana butuh persetujuan 3 orang dari 8 orang. I’ll wait.

Dengan kripto (Gnosis Safe), Anda mungkin butuh waktu di bawah satu jam, untuk menciptakan rekening bersama dengan kondisi seperti itu.

Walaupun begitu, aku akan memberi ruang bagi kontributor / anggota OverseasIndonesians yang tidak bisa / mau pakai kripto. Ketimbang memberi mereka NFT tertentu sebagai bukti kontribusi, aku bisa menciptakan NFT yang mencatat kontribusi mereka (dalam bentuk json atau gambar). Untuk pembagian spoil, kita bisa menggunakan PayPal atau Wise.

https://medium.com/@nic__carter/redeem-and-retain-nfts-are-the-future-of-luxury-goods-760f00dbce23

Langkah Selanjutnya

Kita akan bikin situs OverseasIndonesians yang isinya tentang cara pindah keluar negeri, informasi visa. One stop information.

Setelah itu bikin job board, konten tentang diaspora Indonesia. Kita akan berdiskusi konten mana yang terbuka terhadap publik, konten mana yang bersifat premium di Discord.

Setelah itu, bikin infrastruktur NFT dan kripto. Aku akan mencatat semua kontribusi ke dalam blockchain. Sehingga nanti gampang bagi spoil-nya ke anggota-anggota yang berharga ini.

Categories
startup

Daftar CTO di Startup Indonesia

Saya bikin jajak pendapat tentang CTO asing di Indonesia:

https://twitter.com/arjunaskykok/status/1516313367790583810

Jadi saya bikin daftar CTO di startup Indonesia. Berapa banyak CTO asing? Terus saya mau lihat juga pendidikan mereka, dan lain-lain.

Kenapa saya lakukan ini? Karena hobi.

Tentu saja data ini tidak lengkap. Capek tahu pelototin Linkedin CTO satu persatu. Nanti pelan-pelan saya tambahkan.

Terus, untuk pendidikan, saya cuma tulis pendidikan yang sudah selesai. Jadi ada CTO yang sedang menjalani program Ph.D.. Untuk kasus itu, saya ambil pendidikan terakhir dia, S1, bukan Ph.D.

Terus ada data yang bertentangan. CTO Ajaib menulis Co-Founder di Linkedin-nya:

https://www.linkedin.com/in/wlays/

Tapi di profil perusahaan Ajaib, tertulis co-founder-nya cuma ada dua: CEO dan CPO.

https://www.ycombinator.com/companies/ajaib

Jadi untuk kasus CTO Ajaib, saya kosongkan data “Pendiri/Profesional”.

Terus untuk warganegara, saya cuma tebak. Misalnya CTO Bukalapak. Dia berasal dari Tiongkok, tapi sudah tinggal di Australia sangat lama. Jadi mungkin saja dia sudah ganti kewarganegaraan.

Berikut data, notebook, dan laporan mereka:

https://arjunaskykok.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/analisa/cto_2022_04_20.csv (CSV mentah)

https://arjunaskykok.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/analisa/Analisa+CTO+Startup+Indonesia-2022_04_20.html (laporan HTML, buat awam)

https://arjunaskykok.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/analisa/Analisa+CTO+Startup+Indonesia-2022_04_20.ipynb (notebook Jupyter)

Data, notebook, dan laporan ini lisensinya adalah GPL-v3. Anda boleh pakai data, notebook, dan laporan ini dengan tujuan apapun tanpa minta izin dari saya, tapi lisensinya mesti dihormati. Setiap turunan data, notebok, dan laporan ini mesti memakai lisensi GPL-v3.

Jika Anda melanggar aturan ini, maka saya akan 👉⚡ Anda:

Azula Menembak Petir

Hepi kepoin data! Nanti kapan-kapan saya akan berfilsafat tentang laporan itu di artikel masa mendatang. Kenapa situasinya “seperti itu”.

Categories
pemrogram startup

Kelanjutan dari Buku Pemrogram Rp 100 Juta

Bagi yang belum tahu, saya menjual buku Pemrogram Rp 100 Juta. Buku ini belum selesai. Rencananya saya melepas 1 atau 2 bab per bulan. Tapi apa daya, saya larut dalam kesibukan saya.

Saya disentil oleh pembaca saya apakah saya masih melanjutkan buku ini. Terakhir saya memperbaharui buku ini adalah beberapa bulan yang lalu.

Oke, berikut jawabannya: buku ini akan tetap dilanjutkan.

Saya akan bercerita tentang kesibukan saya dan kenapa kesibukan saya ini penting bagi kesuksesan buku Pemrogram Rp 100 Juta.

Anda tahu saya punya dilema. Saya bisa saja fokus menulis buku ini. Jadi saya bekerja penuh waktu maksudnya. Tapi itu bukanlah jalan yang terbaik.

Jika saya melakukan itu maka kasus saya menjadi seperti menjadi kaya dengan menulis buku Bagaimana Menjadi Kaya. Saya bakal menjadi meme. 🤣

Idealnya, saya menjadi kaya terlebih dahulu dengan bisnis selain menulis buku, baru saya menulis buku tentang Bagaimana Menjadi Kaya. Pengalaman saya bakal memberi legitimasi terhadap buku itu.

Kembali ke kesibukan saya. Saya sibuk apa sih?

Saya sibuk menulis artikel, seperti Kotlin and Spring Boot: Getting Started, Getting Started with esbuild, Getting Started with startTransition in React 18.

Terus saya juga sibuk menulis artikel di forum indie hacker Indonesia: Pembangun.

Terus saya juga sibuk main di DeFi dan NFT.

Terus saya juga sibuk membangun startup. Bukan, bukan SailorCoin. Nah, startup ini sudah mendapatkan pendanaan dari angel. Nanti tunggu pengumuman resminya bulan depan.

Nah, apa yang saya lakukan ini penting bagi kesuksesan buku Pemrogram Rp 100 Juta: Panduan Bagi Pemrogram Untuk Menggapai 💰 Harta, 👑 Tahta, dan ⭐ Kemasyhuran.

Dengan menulis artikel tentang indie hacking di forum Pembangun, saya menjadi punya banyak bahan untuk menulis buku, terutama di bagian 💰 Harta.

Dengan membangun startup dengan pendanaan dari angel, saya punya bahan untuk menulis tentang 👑 Tahta dan ⭐ Kemasyhuran.

Pemrogram adalah karir yang menjanjikan. Tapi dunia sudah berubah. Terlalu banyak teknologi baru yang datang, seperti kripto, robotik, AI. Bayangkan Anda kembali ke tahun 2000, apa yang Anda pelajari? Pemrograman desktop dengan Visual Basic atau C++. Kemudian pada tahun 2006, Anda masih bisa belajar pemrograman desktop, tapi emasnya ada di web. Kemudian pada tahun 2011, Anda masih bisa belajar pemrograman web, tapi pemrograman mobile sudah muncul.

Terus remote sudah menjadi lazim. Batas negara menjadi kabur. Pemrogram Indonesia bukan bersaing dengan pemrogram Indonesia lainnya, tapi juga dengan pemrogram asing yang bekerja di startup Indonesia. Pemrogram Indonesia bisa bekerja remote di perusahaan Amerika. Gaji dollar dan biaya hidup Indonesia. Tapi persaingannya keras. pemrogram Indonesia bersaing juga dengan pemrogram Ukraina, Singapura, India, Brazil di kancah global.

Terus menjadi pemrogram yang sukses meraih tahta, bukan cuma harta, Anda juga harus pandai berpolitik. Biasanya Anda berpolitik di kantor. Sekarang Anda mungkin harus berpolitik di Twitter dan Discord juga karena dunia sudah pindah ke daring.

Perkembangan dan perubahaan jaman ini menjadi membingungkan bagi pemrogram-pemrogram Indonesia.

Buku ini saya harap bisa menjadi kompas di tengah perubahan jaman. Saya berharap pemrogram Indonesia bisa menggapai harta, tahta, dan kemasyhuran. Makanya saya menulis buku itu.

Mengurus startup yang didanai angel butuh komitmen tinggi. Sementara tanpa startup ini, saya pun kewalahan menyelesaikan buku ini. Maka dari itu saya akan menyewa jasa pemrogram lepas untuk mengembangkan beberapa fitur PredictSalary dengan gaji saya sebagai CEO startup tersebut. Saya juga akan menyewa jasa penulis lepas untuk menulis tentang materi indie hacker di Pembangun. Walaupun saya menjadi CEO dengan pendanaan dari luar, tapi saya ingin dunia indie hacker Indonesia menjadi hidup. Terus untuk SailorCoin, pasangan pendiri saya akan menjadi lebih aktif. Saya akan mengambil peran yang lebih tidak aktif.

Dengan begitu kesibukan utama saya adalah menjadi CEO startup baru ini dan menyelesaikan buku ini. That should be manageable.

Sementara untuk buku ini, saya akan menulis lebih rutin. Saya tidak akan menyewa jasa ghost writer atau menggunakan AI untuk menulis buku ini. Saya akan menyelesaikan buku ini. It’s personal.

Saya akan merilis konten baru tiap hari di GitHub minimal sebanyak 400-500 kata. Kecuali akhir pekan. Dengan begitu, buku ini akan selesai lebih cepat.

Categories
bisnis kepercayaan diri perintis

Fokus Laser

Jadi aku mendapat notifikasi dari Google Cloud Platform (GCP).

VM di GCP

Jika Anda mengklik tautan rekomendasi untuk berhemat (“Save $59 / mo”), maka Anda akan diberi saran seperti ini:

Rekomendasi dari GCP

GCP bilang, “Hei, VM kamu ada yang nganggur, jadi mending dimatikan saja biar kamu bisa hemat. VM yang nganggur itu VM SwanLove, Mamba, dan API PredictSalary.” 🤣

Oh, ya ada dua VM untuk PredictSalary. Satu untuk situsnya yang populer sekali karena orang bisa melihat gaji-gaji orang lain. Satunya lagi VM untuk API yang memprediksi gaji dari lowongan pekerjaan. Yang satu laku, yang lain tidak.

You can do anything, but you cannot do everything

Hal ini membuat aku merenung. Selama ini sebagian proyek aku terbelangkai karena kurang perhatian dari aku sehingga akhirnya proyek itu ketinggalan jauh daripada kompetitornya.

Oke, aku ringkaskan proyek-proyek aku yang berjibun di GCP biar Anda bisa menghayati perjuangan batinku:

  • ArjunaSkyKok dot com (lahir Maret 2020): blog yang sedang Anda baca ini. Ia membahas dunia perintis (startup) di Indonesia dan dunia.
  • PredictSalary (lahir Juli 2020): pengaya perambah (browser extension) yang memprediksi gaji dari lowongan pekerjaan. Ada juga fitur orang-orang berbagi gaji dan melihat gaji.
  • ParttimeCareers (lahir Januari 2021): situs lowongan pekerjaan paruh-waktu.
  • SwanLove (lahir November 2020): situs jodoh berdasarkan Linkedin.
  • Mamba (lahir September 2019): kerangka pengembangan proyek Ethereum.
  • Pembangun (lahir April 2021): forum pengembang mandiri (indie hackers) Indonesia.

Nah, belum lagi ada hasrat mencari pekerjaan profesional lagi dan tawaran berbisnis B2B dari teman.

Aku selama ini konsentrasinya terpecah belah. Aku tidak fokus ke proyek aku. Aku mengerjakan semuanya secara dangkal. Jadi hasil mereka ada yang tidak optimal. Tapi ada juga yang menunjukkan potensinya walaupun aku mengerjakannya tidak penuh waktu.

Hal ini juga membuat aku frustrasi karena aku merasa bersalah mengabaikan sebagian proyek aku. Jika aku mengerjakan proyek A, maka proyek B terabaikan. Jika aku mengerjakan proyek B, bagaimana dengan proyek C?

Aku punya banyak fitur yang aku ingin kerjakan di proyek A, B, C, E, F. Tapi waktu aku cuma 24 jam sehari dan aku butuh tidur 8-9 jam sehari.

Lalu aku mengevaluasi proyek-proyek tersebut. Bagaimana hasilnya? Proyek mana yang pantas untuk dilanjutkan dan ditekuni?

ArjunaSkyKok dot com

Aku mulai rutin menulis blog ini sejak bulan lalu (setiap minggu mengeluarkan satu artikel). Tapi sebelumnya sempat vakum lama. Blog ini lumayan disukai orang.

Traffic blog ArjunaSkyKok dot com bulan lalu

Tulisan-tulisannya disukai orang.

https://twitter.com/arjunaskykok/status/1422097118521479171
https://www.linkedin.com/posts/arjunaskykok_minasama-artikel-yang-berjudul-silicon-activity-6838345247194542080-dQnw/
https://www.linkedin.com/posts/arjunaskykok_startups-indonesia-startup-activity-6835431872634470400-kyiY/

Buku saya juga disukai orang-orang.

Pesan pribadi

Keputusanku adalah aku tetap menulis blog (dan buku) ini seminggu sekali. Setiap hari Minggu. Itu saja. Aku tidak akan memusingkan masalah monetasi. Blog ini adalah ekspresi spiritual aku.

PredictSalary

Ide awalnya cuma buat lucu-lucuan saja. Tiap kali aku posting tentang gaji di Linkedin, pasti ramai. Jadi aku mencoba untuk membuat aplikasi untuk prediksi gaji dari lowongan pekerjaan dengan Deep Learning dalam bentuk pengaya perambah. Hasilnya…. hangat-hangat saja.

796 pengguna Chrome
82 pengguna Firefox

Penggunanya tidak sampai seribu. Dan memasukkan satu situs lowongan pekerjaan ke PredictSalary itu butuh waktu yang banyak. Tidak semua situs yang rapi seperti Techinasia. Ada yang lowongan pekerjaannya berbentuk struktur data yang tidak rapi. Harus pakai NLP untuk mengekstrak informasi. Terus ada juga situs lowongan pekerjaan yang tidak memberitahu gaji secara eksplisit. Dia mensyaratkan Anda mengisi ekspektasi gaji, baru dia kasih tahu bahwa apakah gaji di lowongan pekerjaan ini sesuai dengan ekspektasi gaji Anda tidak. Artinya saya mesti scrap berulang kali (karena mesti mengubah ekspektasi gaji saya berkali-kali) untuk mendapatkan angka yang tepat.

Semua itu bisa aku kerjakan, cuma masalahnya seberapa besar nilai yang orang dapatkan dari memprediksi gaji dari lowongan pekerjaan. Sebanding tidak dengan usaha saya?

Lalu pada bulan Mei 2021 kemarin, aku bikin fitur berbagi gaji. Jadi Anda bisa mengirimkan gaji, terus saya tampilkan semua gaji orang-orang yang berbagi gaji. Hasilnya luar biasa. Sempat satu bulan itu, situs PredictSalary dikunjungi sampai 50 ribu kali. Untuk satu bulan terakhir situs PredictSalary dikunjungi 3 ribu kali.

Keputusanku adalah untuk mematikan pengaya perambah dan tetap melanjutkan fitur berbagi gaji karena sudah membantu banyak orang.

I know, the irony. Aplikasi dengan Deep Learning tidak laku. Aplikasi berbagi gaji yang berupa form biasa itu laris manis.

Dapatkah PredictSalary dikembangkan lagi? Sepertinya susah. Upside-nya tidak tinggi-tinggi amat. Aplikasi PredictSalary itu harus dimasukkan dalam kerangka yang lebih luas. Saya ambil contoh aplikasi serupa, TechPays, yang dibikin oleh Gergely Orosz. Dia memiliki blog dan artikel premium yang membahas tentang karir software engineer. Hal ini masuk akal. Situs berbagi gaji itu bisa dianggap sebagai content marketing, hal yang menarik orang-orang ke Anda. Tapi susah kalau mau dijadikan produk utama. Berapa banyak orang yang mau membayar untuk memprediksi gaji lowongan pekerjaan?

Jadi jangan khawatir, aku tetap me-maintain PredictSalary. Yang aku matikan adalah pengaya perambah saja. Nanti aku juga akan merapikan situsnya, menambahkan filter dan pengurutan. Terus aku bakal bikin fitur berbagi gaji untuk profesi lain, misalnya dokter (sudah diminta orang nih). Hal ini masih mungkin aku kerjakan karena tidak memakan waktu banyak. Mengerjakan pengaya perambah itu yang susah. Ia memakan banyak waktu karena harus meng-scrap situs lowongan pekerjaan dan bikin model Deep Learning yang akurat.

ParttimeCareers

Sedikit pengunjungnya. Tapi aku suka dengan konsep lowongan pekerjaan paruh waktu. Lagipula me-maintain ParttimeCareers ini cuma butuh 1 jam per bulan. PER BULAN. Situs ini jarang diperbaharui karena kontennya susah dicari. Pekerjaan paruh-waktu itu jarang ada.

Mamba

Kalau dipikir-pikir, aku agak menyesal tidak fokus 100% sejak awal dalam mengerjakan Mamba. Mamba bisa membuat reputasiku tinggi di dunia DeFi. Dengan Mamba sebagai pijakan, aku seharusnya bisa membangun proyek DeFi yang sukses. Tapi karena tidak fokus, aku tidak serius mengerjakan Mamba. Akhirnya Mamba kalah dengan kompetitornya, seperti Brownie, Truffle, Hardhat.

Keputusanku adalah matikan saja proyek ini. Tapi karena crypto akan menjungkirbalikkan dunia ini di masa depan, aku tetap harus belajar pemrograman crypto biar bisa beradaptasi. Lagipula proyek di mana aku akan fokus itu bakal bersinggungan dengan crypto.

Mamba ini aku akan jadikan sebagai situs blog atau Youtube (belum tahu yang mana) di mana aku berbagi dalam mempelajari kode-kode proyek DeFi/NFT yang terkenal, misalnya Uniswap, Sushi Swap. Paling aku habiskan sejam atau dua jam sehari untuk proyek ini.

Pembangun

Traffic-nya lumayan.

Traffic bulan lalu
Aktivitas untuk sebulan terakhir
Traffic seluruh waktu

Jadi rata-rata traffic Pembangun (di luar crawler) adalah 7 ribu per bulan. That’s not bad. Tiap hari aku cuma habiskan setengah jam untuk mengisi konten di forum Pembangun.

Terus Pembangun sudah banyak menginspirasi orang.

https://pembangun.net/t/pembangun-sudah-menginspirasi-orang/263

Selain itu, ketika aku mengisi konten di Pembangun, aku belajar banyak. Aku jadi tahu berapa lama yang dibutuhkan waktu untuk membangun SaaS. Aku jadi tahu bikin video game itu jauh lebih susah dan lama daripada bikin SaaS. Terus aku juga mendapat pengetahuan bahwa tidak perlu bekerja penuh waktu untuk membangun bisnis yang sukses. Dan lain-lain.

Keputusanku adalah menghabiskan waktu setengah sampai satu jam sehari untuk me-maintain Pembangun. Hitung-hitung belajar bisnis.

Sebagai sumber pemasukan, nanti mungkin aku bekerja sama (affiliate marketing) dengan pihak dompet elektronik sehingga pembangun bisa memakai produk mereka dalam menerima pembayaran. Diharapkan forum ini bisa self-sustain ke depannya.

Apakah Pembangun bisa dikembangkan lebih lanjut? Bisa. Aku bisa bikin jadi marketplace, seperti Gumroad. Tapi aku putuskan untuk memilih proyek lain.

SwanLove

Ia gagal mendapat traction. Tapi wajar sih. Ini adalah marketplace. Ia kena kutukan masalah ayam atau telur duluan.

Jadi aku sementara ini matikan dulu. Tapi aku masih berhasrat untuk melanjutkan aplikasi ini ketika kondisinya sudah tepat. Mungkin 5 atau 8 tahun lagi. Aku punya banyak mimpi terhadap SwanLove.

Aku memutuskan untuk menjual angsa-angsa sebagai NFT di OpenSea sebagai ucapan selamat tinggal.

https://opensea.io/collection/swan-love

SailorCoin

Ia memang tidak ada VM di GCP. Yang aktif adalah akun Twitter SailorCoin yang membahas tentang berita-berita finansial dan penawaran saham perdana perusahaan-perusahaan Indonesia.

Ternyata banyak orang suka, termasuk akun IG yang terkenal di dunia startup Indonesia, yaitu ecommurz.

Disebut oleh kucing

Akun Twitter SailorCoin sudah mulai mendapat traction.

Setelah dipikir-pikir, akun yang membahas berita finansial teknologi, mata uang kripto, NFT, saham meme, IPO (Initial Public Offering) perusahaan Indonesia dan Amerika masih sedikit.

Pasarnya bagus. Kita lihat Felicia Putri, yang membahas tentang finansial dan saham di Youtube, bisa mendapatkan Rp 400 juta per bulan.

https://www.youtube.com/watch?v=lxv6TIPc2XE

Nah, masih belum ada akun media sosial yang kuat yang membahas mata uang kripto, DeFi, NFT. IPO perusahaan Amerika juga masih sedikit yang bahas. Nah, there’s a void.

Akun SailorCoin memang berbahasa Inggris. Tapi nanti setelah beberapa bulan, bakal dibikin akun khusus berbahasa Indonesia.

Terus, SailorCoin juga bakal menawarkan produk SaaS, yaitu aplikasi yang membaca dokumen finansial (Form S-1, Earnings Call, Whitepaper) dengan teknologi NLP (Natural Language Processing).

Ia bisa meng-highlight angka dan nama penting
Ia bisa berdialog dengan dokumen IPO
Ia juga bisa memfilter dan mengurutkan tabel statis di dokumen IPO

Aplikasi SaaS-nya sedang dikembangkan.

Aku akan fokus ke SailorCoin karena peluangnya besar. Orang butuh media finansial yang membahas finansial teknologi, NFT, DeFI. Hal ini sudah tervalidasi.

Nah, aplikasi pembaca dokumen finansial ini memang belum tervalidasi. Bisa saja tidak ada orang yang mau memakainya. Tapi minimal aku bakal pakai. Sesial-sialnya SailorCoin bakal jadi media finansial yang sukses. Aplikasi SaaS-nya dipakai untuk membaca dokumen IPO oleh saya sehingga saya menghasilkan konten untuk SailorCoin dengan lebih cepat.

SailorCoin juga saya pilih karena ia bisa dikerjakan sebagai proyek bootstrap. Ia juga sepertinya menarik bagi investor karena ia bersinggungan dengan Kecerdasan Buatan dan crypto. Jadi saya memiliki fleksibilitas yang besar dengan proyek SailorCoin.

SailorCoin adalah proyek yang aku bakal fokus. It’s time to go all-in.

Fokus Laser

Kenapa aku mengerjakan banyak proyek dengan usaha yang dangkal selama ini? Aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Sebagian dikarenakan aku takut go all-in. Bagaimana jika pilihanku salah? Aku juga punya kecenderungan untuk melakukan banyak hal.

Tapi untuk sukses, aku harus bisa fokus. Iya, saya tahu ada yang namanya Elon Musk. Selalu ada yang namanya pengecualian.

Begini pembagian waktu aku. Anggap aku bekerja 11 jam sehari.

Delapan (8) jam aku mengerjakan SailorCoin. Delapan jam itu dibagi 4 jam mengerjakan konten media SailorCoin (Youtube, Twitter, TikTok), 4 jam mengerjakan proyek aplikasi web pembaca dokumen finansial.

Satu (1) jam dipakai untuk me-maintain Pembangun dan PredictSalary.

Dua (2) jam dipakai untuk belajar pemrograman crypto. Karena crypto adalah masa depan. Mau tidak mau harus belajar crypto.

https://twitter.com/js_horne/status/1429240626151821313

Fokus laser juga membuat aku mendapatkan ketenangan jiwa. Tidak ada lagi perasaan bersalah karena tidak memperbaharui aplikasi-aplikasi yang berjibun itu. Aku bisa fokus untuk menumbuhkan SailorCoin.

Aku ini seperti samurai yang berada dalam keadaan Zen. Tidak ada keraguan lagi dalam bertempur. Karena aku sudah memilih medan pertempuran.

Rurouni Kenshin

Sebelum fokus laser:

Killua

Setelah fokus laser:

Killua dengan listrik

Nah, barulah aku bisa sukses!

SUKSES!!!

Moral Cerita

Moral dari cerita adalah jangan mengerjakan banyak proyek. Fokus kepada satu atau maksimal dua proyek. Betul, tahu proyek mana yang harus Anda fokus itu kadang-kadang harus melewati banyak eksperimen. Jadi ada kalanya Anda harus bikin banyak proyek untuk mencari The One. Terus, jangan takut untuk mengambil resiko.

Kesimpulan

Aku kebanyakan proyek. Akhirnya banyak yang terbelangkai. Solusinya adalah memilih mana yang harus aku fokus. Harus tegas dalam mematikan proyek yang lain.